LATAR BELAKANG INJIL MATIUS

A. Penulis Injil Matius

Tidak ada pernyataan dalam Injil ini bahwa Matiuslah penulisnya, sebab penulis sendiri tidak menyebutkan namanya. Akan tetapi, secara umum Rasul Matius disebut sebagai penulis Injil yang pertama ini. Merrill C. Tenney menyatakan bahwa ’tidak pernah dalam Injil pertama, Matius disebut secara terang-terangan sebagai penulisnya, tetapi para bapa gereja yang pertama yang membahas kepenulisan Injil menetapkannya sebagai karya Matius’. Demikian juga tradisi sepakat bahwa penulisnya adalah Matius, yang nama Yahudinya adalah Lewi. Sebagaimana ditulis oleh J. I. Packer, Merrill C. Tenney, dan William White Jr dalam buku ’Ensiklopedi Fakta Alkitab’, ”tradisi Kristen menyatakan bahwa Rasul Matius yang menulis kitab ini, dan kita tidak mempunyai alasan untuk meragukannya”.
Sehubungan dengan hal di atas, Adina Chapman menyatakan bahwa penulis adalah Matius, anak Alfeus, seorang Yahudi, seorang Lewi. Matius berarti ’anugerah dari Tuhan’. Ia seorang pemungut cukai yang dipanggil Yesus untuk menjadi murid-Nya (Mat. 9:9-13). Pemungut cukai adalah suatu istilah cercaan bagi pemungut pajak Roma, yang biasanya dilakukan dengan jalan memeras, sehingga dibenci rakyat. Akan tetapi, dalam tulisannya Matius tidak malu menyebut dirinya sebagai pemungut cukai ketika ia belum mengikut Yesus, sekalipun ia dianggap rendah (Mat. 9:9-10). Ini berarti ia merendahkan diri dalam tulisannya.
Papias, Uskup Herapolis, seorang ahli Sejarah Gereja kuno pertengahan abad kedua menjelaskan bahwa Matius mengumpulkan ucapan/pengajaran Yesus dengan bahasa Ibrani. Jack Kingsbury menyebutkan bahwa Matius menulis suatu dokumen kuno dalam bahasa Aram. Gereja kuno menerima pernyataan Papias itu sebagai bukti bahwa penulis Injil ini adalah Matius. Hal ini diperkuat dengan pernyataan Ireneus bahwa pengajaran-pengajaran itu adalah Injil Matius, yang didukung juga oleh Tertullianus, Origenes, dan Clemens dari Alexandria.
Eusebius dan Jerome menyatakan bahwa Matius, pemungut cukai itu yang menyusun Injil Matius. Ireneus juga menyatakan bahwa Matius menulis sebuah Injil bagi orang Ibrani dalam bahasa mereka. Dan bapa-bapa gereja pun menyatakan bahwa Matius menulis Injil ini dalam bahasa Aram dan menerjemahkannya ke dalam bahasa Yunani. Demikian juga seorang ahli Jerman, Theodor Von Zahn menjelaskan bahwa Matius mula-mula menulis Injil itu dalam bahasa Aram, lalu menerjemahkannya dalam bahasa Yunani. Selain itu, Ola Tulluan juga menyatakan bahwa secara tidak langsung Injil ini sendiri mendukung pandangan bahwa penulisnya adalah Rasul Matius, sebab hanya Injil Matius yang menyatakan Matius seorang pemungut cukai.
Matius memang orang yang tepat sekali untuk menulis sebuah buku tentang pengajaran dan perbuatan Yesus, karena pekerjaan dia sebelumnya adalah pemungut cukai. Pemungut cukai adalah orang-orang yang pandai berhitung, suka mencatat dan teliti sampai pada bagian yang terkecil sekalipun. Ini berarti, pekerjaan sebagai pemungut cukai membiasakan Matius membuat catatan-catatan. Ia memperhatikan secara saksama kepada hal-hal kecil. Sehubungan dengan hal itu, I. Suharyo menyatakan:
Banyak ahli modern juga berpendapat bahwa penulis Injil pertama ini adalah Rasul Matius. Salah satu alasannya adalah dalam daftar rasul pada Matius 10:3 nama Matius ditempatkan sesudah Tomas (pada Markus 3:18 dan Lukas 6:15 nama Matius diletakkan sebelum Tomas) dan diberi tambahan ’pemungut cukai’. Dua hal/perubahan yang kiranya hanya dapat dilakukan oleh pihak yang berkepentingan sendiri, yaitu penulisnya.

Namun demikian, ada juga teolog yang menolak bahwa penulis Injil Matius adalah Rasul Matius. Salah satu alasannya adalah mustahil Rasul Matius (sebagai saksi mata kehidupan Yesus) menggunakan Injil Markus sebagai sumbernya. Akan tetapi, penulis tidak meragukan bahwa penulis Injil Matius adalah Rasul Matius, sebagaimana pernyataan bapa-bapa gereja yang meyakini Alkitab sebagai firman Allah tanpa salah, bahwa mengenai Injil Matius bersumber dari Injil Markus tidak menjadi masalah.
Jadi, berdasarkan beberapa pandangan bapa-bapa gereja yang menerima Alkitab itu Firman Allah, saksi abad-abad pertama, dan bukti-bukti di atas, maka dapat disimpulkan bahwa penulis Injil Matius adalah Rasul Matius, seorang murid Tuhan Yesus Kristus.

bersambung

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: